Wednesday, April 27, 2011

Irreplaceable Memories.

Tiga tahun yang lalu.

"You'll be in my heart,
yes you'll be in my heart,
from this day on, now, and forever more.
You'll be in my heart,
no matter what they say.
You'll be here in my heart, always."

Setiap mendengar lagu itu, saya teringat dengan saudara-saudara saya, keluarga besar Sains dan Perpustakaan angkatan 44. Sungguh, empat puluh tiga orang ini, adalah orang-orang yang amat berarti dalam kehidupan saya ini. Pertama kalinya saya dikenalkan dengan sebuah organisasi, ikatan kekeluargan yang luar biasa inilah yang saya dapatkan. 

Kami telah melewati banyak hal bersama, mulai dari forum pertama di ruang kelas XI IPA F, hingga malam kekeluargaan sekaligus hari pelantikan kami menjadi anggota SP 44 di rumah Ketua kami, Muhammad Fikri, di Tanjung Barat. Selama proses itu kami melewati banyak tugas, diklat, hingga obrolan tak penting yang mengharuskan kami pulang maghrib dari kos-kosan dekat sekolah, datang ke SMA 8 tercinta setiap hari bahkan ketika libur dua minggu, dan banyak lagi. Saya ingat, dulu, setiap pulang sekolah, walaupun tidak ada kegiatan yang mengharuskan, kami akan mengobrol di depan masjid Darul Irfan, bercanda, tertawa terbahak-bahak, bahkan membuat silsilah keluarga dan peta kompleks keluarga kami. Indah sekali rasanya.

Di SP, saya belajar banyak hal, bagaimana sakitnya ketika ketua angkatan kami dilecehkan di depan forum, ketika tugas kami dianggap tidak berhasil, ketika jumlah kami tidak mencapai komitmen. Kami belajar bagaimana indahnya saling membantu, menyemangati saudara kami yang lain, bagaimana setiap orang adalah elemen penting yang tidak dapat kami abaikan dalam keluarga ini. Belajar bahwa hidup harus diperjuangkan. Saya masih ingat, kami semua menangis, ketika akhirnya berhasil menjadi anggota organisasi ini.


Satu tahun yang lalu.

"Sebiru hari ini, birunya bagai langit terang benderang.
Sebiru hari kita, bersama disini.
Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga.
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah.
Bukankah hati kita telah lama menyatu, delam tali kisah persahabatan Ilahi?
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya, hapus airmata meski kita kan terpisah.
Selamat jalan teman, tetaplah berjuang, semoga kita bertemu kembali.
Kenang masa indah kita, sebiru hari ini."

Lagu ini selalu mengingatkan saya pada keluarga yang selanjutnya, sebuah keluarga yang berada di bawah besarnya ukhuwah Mabit Nurul Fikri. Di sini saya mengenal banyak orang, banyak karakter, bukan hanya karakter tipikal yang saya temukan di SMA. Di sini saya belajar bagaimana berjuang bersama, dengan usaha dan ibadah. Bukan hanya saya belajar ilmu dunia, disini saya mendapatkan ajaran Islami yang akan selalu saya syukuri.

Di Mabit ini, berbeda dengan tempat belajar lainnya, kompetisi yang kami lakukan sangatlah sehat. Adalah sangat membahagiakan ketika kami dapat meloloskan teman kami yang lain, membantu mereka lulus snmptn, simak, dan ujian lainnya. Disinilah saya belajar untuk terus tegar, berusaha maksimal, dan selalu peduli pada orang lain.

Ukhuwah yang saya dapatkan tidak kalah indah, dibalut dengan indahnya persaudaraan dalam Islam. Banyak hal yang menyenangkan, mulai dari pelajaran-pelajaran yang sangat menyenangkan tiap Sabtu-Minggu, serunya road-show Fusion 2, pembukaan mabit intensif yang diwarnai dengan keceriaan Ganas, hingga stase Mabit Intensif yang sangat luar biasa. Tangisan pun banyak kami dengar, setiap SKU, ketika kami membuka pengumuman SIMAK bersama, ketika kami mendengar adanya saudara seperjuangan kami yang tidak lulus ujian, dan ketika kami tahu kedakatan ini tidak akan berlangsung selamanya.

"Don't cry because it ended, smile because it happened"
Terima kasih ya Allah, lagi-lagi saya diingatkan betapa saya sangat mensyukuri semuanya :)

No comments:

Post a Comment