Tuesday, January 31, 2012

Aww Man!

This holiday, as many other holiday I had, could not be fully considered as a holiday after all. I have four weeks of holiday, in the first two weeks I was very busy with the Try Out Organized by FEUI (TROFI) things because I was the head of ticketing division and it was a very crucial time since I had to forecast the usage of chairs, air conditioners, questions sheets, etc based on the number of participants. Now and next week (which is the third and fourth week of my holiday) I am pretty busy collecting letters and certificates necessary for my application in an exchange program (wish me luck folks, haha >.<). Therefore, I am abandoning one important thing I have to fulfill in this holiday : I HAVE TO LEARN HOW TO DRIVE A CAR! Man, hopefully I can do it next week. Four-days full of practices, please!

Saturday, January 28, 2012

Kendaraan Kendaraan

Hallo teman-teman!

Berhubung gue sebenernya sangat ingin menulis dengan serius untuk post ini tapi gue tidak punya banyak waktu (haha), jadi I'll make it really quick :D

Kemarin karena satu dan lain hal, gue harus pergi dari rumah ke UI Salemba, lalu UI Depok, lalu baru pulang lagi. Btw, gue sendirian looh, hihi. Awalnya males sih, tapi biasanya melakukan perjalanan sendirian itu memberi lebih banyak pengalaman yang seru dan tak terlupakan, jadi gue nikmatin aja :) Nah, dalam perjalanan kemarin, gue merasakan naik berbagai kendaraan dalam satu hari loh! That's what makes it special, haha.

Angkot - Dari rumah menuju shelter transjakarta, gue naik angkot bareng adik gue, Nca, yang mau berangkat sekolah. Angkot ini sebenernya kendaraan yang cukup nyaman, tapi masalah ngetemnya itu loh, kadang suka lama. Terus angkot juga suka berhenti nungguin orang padahal orang yang udah ditungguin ga berniat naik (ini paling ngeselin). Tapi keuntungannya, kalo naik angkot kita bisa berhenti dimana aja yang kita mau :D

Transjakarta - Orang biasanya nyebut ini 'busway' tapi kalo busway kan jalanannya, haha :P Gue naik ini untuk sampai ke UI Salemba. Sebenernya gue agak jarang naik kendaraan yang satu ini. Waktu masih SMA, gue inget punya pengalaman buruk naik Transjakarta karena itu lagi jam pulang kantor, alhasil Transjakarta-nya penuh banget dan antriannya pun sangat panjang. Tapi untungnya, kemarin Transjakarta-nya datang dengan sangat cepat, sekitar  lima detik setelah gue beli tiket, dan Transjakarta-nya kosong. Kalau bisa begitu setiap hari dan setiap waktu, pasti Tranjakarta jadi kendaraan yang nyaman banget buat bepergian :)

Ojek - Setelah beres urusan di UI Salemba, gue harus naik kereta (karena itu paling cepet), dan menuju Stasiun Cikini. Dari UI Salemba ke Cikini, sebenernya gue bisa naik bajaj atau ojek, tapi karena kemarin gue buru-buru akhirnya gue naik ojek. Keuntungan naik ojek adalah kita bisa jadi sangat cepat karena naik motor yang bisa nyelip-nyelip di jalanan macet. Tapi, kadang keamanan jadi nilai minus kendaraan ini, penumpang sering nggak pakai helm dan tukang ojek tertentu kadang bawa motornya sambil ngebut.

Kereta Api - Kalo ini sih kendaraan gue sehari-hari ke kampus UI Depok, hehe. Sebenernya kereta adalah kendaraan yang sangat nyaman, terutama kalau naik Commuter Line (Kereta AC) dan di waktu yang tepat. Selain itu, naik kereta juga sangat cepat loh! Dari Cikini ke Depok aja gue cuma menghabiskan waktu sekitar 30 menit :D Ohiya, satu hal lagi yang bikin gue terpana adalah stasiun Cikini (gue baru pertama kali kesana), stasiunnya ternyata gede banget, lengkap dengan eskalator dan berbagai plang jalur kereta dan tujuannya. Hampir mirip dengan subway station di luar negeri deh! Tapi yah, seperti biasa, kekurangannya adalah fasilitasnya yang kurang terawat, keramiknya yang jadul, dan banyaknya peminta-minta, orang jualan, dan preman-preman jalanan. Sayang banget.

Mobil Pick-Up - Nah yang ini ceritanya seru deh, jadi gue mau ngembaliin jakun temen gue. Terus akhirnya gue janjian kan ketemu sama dia. Sambil sms-an, gue minta anter ke gedung PPSI (gedung deket rektorat) buat perpanjang password SSO karena dia bilang dia bawa mobil. Eh gataunya temen gue ini bawa mobil Pick-Up karena lagi ada acara gitu, haha. Akhirnya gue dianter dan ditungguin di gedung PPSI naik mobil Pick-Up :D (Gue duduk di depan sh, bukan di bagian yang terbuka-nya karena aneh aja kan naik gituan di kampus, eh tapi gue pernah loh naik mobil pickup di bagian belakang dan menempuh jalanan curam yang hampir 90 derajat, haha - but it's another story :P)

Udah deh sampai situ aja cerita gue kemarin, sebenernya waktu pulang gue naik motor dianter temen sampai stasiun, lalu naik kereta, lalu naik angkot. Tapi itu semua udah ter-cover lah ya di cerita di atas. Well, sebenernya gue hampir mau naik Kopaja loh untuk melengkapi kisah gue hari itu, tapi karena udah malem dan Kopaja-nya penuh, jadi gue males, haha.

Okedeh, gotta rush nih, have a nice weekend guys, dan semoga kalian semakin suka dan menikmati perjalanan-sendiri kalian yaa haha :D

Wednesday, January 25, 2012

Wednesday Night

Hello folks!

Here's the thing. This Sunday will be the D day of FEUI's Try Out, TROFI (Try Out Organized By FEUI). It is actually my first time serving in this kind of event in FEUI. Well not actually my first time, though, but this is the first time I am getting more involved in this kind of committee. You know, I have always been this kind of social-guy in my campus. I usually work with so-called social events, in wide range of variations. But this one is a profit-oriented one, and I am the head of ticketing division (usually, I only work as staff when I am joining this kind of committees). What has been going on in my mind for this past two weeks of holiday is only ticket sales, ticket sales, and on. Only for your information, last year's TROFI was not going on pretty well because the participants were only hundreds (as far as I knew). But alhamdulillah, my last calculation for the tickets sold today has reached the number of 1000 participants, plus about 400 participants registered via text messages. I am relieved. Still have a long way to go, though, I hope there will be about 500 people buy the tickets on the spot :) Anyway, I got a good lesson from this committe. I like how FEUI students are so aware of their customers. My friend, who is a finance head, is actually really care about the vendors' satisfaction levels. She worked so hard and persuade everyone in the team to be aware of this issue. And I think I should also take this kind of thing more into consideration in handling participants who buy the tickets, gotta work hard and be patient, I suppose :)

Change of topic, my blackberry trackball had been broke down until I had it repaired this noon. It was not so long, so I think my laziness has actually killing myself slowly, silently. Because you know what? I think my thumb nail was getting wider and shorter (not the type of nails women would like to have, haha), and I assume that this happens because I have to scroll hard in order to make my trackball made its moves. Pretty weird, yes. But thank God now it's as smooth as a new one :) (It is a new one because I have to replace it, haha).

Okay then, I can't believe it's already a quarter past 11 in the evening. Gotta jump to bed real soon because tomorrow I'll be teaching at 7 o'clock. Don't wanna make my student think that I am such a lazy teacher coming late to school, haha. (Well, I have been quite good dealing with this problem recently, though :P -- by leaving home earlier than I usually was, of course). Bye and have a nice, relaxing sleep!

Saturday, January 21, 2012

Mama Said Home Is Where The Heart Is :)

So, judul dari post ini gue ambil dari lirik lagu milik Lady Antebellum, yang judulnya "Home Is Where The Heart Is". Sebenernya gue kepikiran aja untuk nulis ini karena belakangan ini I have been having such a huge urge to get home as soon as possible. Padahal, biasanya gue ini anak yang pergi pagi pulang malem, jarang banget ada di rumah. Tapi, liburan kali ini gue malah males pergi ke kampus ataupun tempat lainnya, kalaupun terpaksa pergi, gue akan immediately go back home after I have finished all my errands.

Kalau berdasarkan pengertian umum, rumah adalah tempat dimana manusia atau makhluk hidup lain bertempat tinggal. Rumah berfungsi sebagai shelter alias tempat berlindung, dan merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup (terutama manusia). Kalau mau coba pakai bahasa blogger yang kocak macam Kak Fajar (kakaknya Kak Ichsan yang gue ga kenal tapi suka gue baca blognya, haha), mungkin rumah bisa diartikan sebagai tempat dimana kita bisa BAB dengan tenang. Kalau menurut gue sendiri, pengertian rumah adalah tempat dimana kita bisa santai, bisa merasakan cinta dan kasih sayang dari keluarga kita. For me, the most important element of a home is not the bulding, but the family inside.

Alhamdulillah, gue bersyukur sama Allah karena sampai saat ini gue bisa merasakan rumah yang lebih dari cukup. Bangunannya lumayan lah, walaupun udah agak tua. Keluarga di rumah juga selalu menyambut gue dengan hangat walaupun gue suka pulang malem, selalu bukain pintu, bahkan ayah dan ibu sering nggak tidur kalau gue pulang malemnya keterlaluan, kayak wakytu nonton JGTC dan baru pulang jam 1 pagi, haha anak macam apa gue ini :P Selain itu, rumah gue ini tempat yang ramai, selain anak orang tua gue yang banyak, di rumah gue juga ada sepupu-sepupu gue. Ini bikin gue terbiasa dengan keramaian. Bagus sih, lagian bikin gue berjiwa muda juga karena kebanyakan dari mereka ya anak-anak kecil :)

Nah, buat kalian yang jarang ada di rumah, cobalah untuk sesekali lebih menikmati dan mensyukuri rumah milik kalian. Ingat, jangan hanya dinilai dari fisiknya ya, karena banyak juga rumah yang besar tapi isi rumahnya selalu sibuk, bahkan bisa nggak ketemu walaupun mereka tidur di bawah satu atap. Di sisi lain, ada aja rumah-rumah saudara kita yang lokasinya di bawah kolong jembatan, di pinggir rel kereta api, di sisi sungai yang selalu banjir tiap hujan deras, tetapi mungkin keluarga di dalamnya justru lebih harmonis dan saling mengasihi satu sama lain.

"A house is made of walls and beams; a home is built with love and dreams."

Okay then, goodnight and have a nice sleep at your very own home, fellas :)

Biro MTI BPM FEUI 2011

Saya baru saja menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BPM FEUI 2011, khususnya untuk Biro yang saya pimpin selama satu periode kepengurusan ini. Biro yang sangat saya cintai, sebuah tim yang saya yakin adalah yang terbaik sepanjang perjalanan saya dalam organisasi, sebuah keluarga yang sangat saya syukuri.

Biro Media, Teknologi, dan Informasi adalah sebuah Biro yang barutahun lalu ada di BPM FEUI 2011. Sebelumnya, hanya ada komisi-komisi dan belum ada supporting system seperti kami di BPM FEUI. Saya, ya, secara kebetulan sayalah yang terpilih menjadi ketua biro ini. Aneh bukan? Seorang mahasiswa tingkat awal yang umumnya hanya akan menjadi staf, tiba-tiba diberi amanah untuk menjadi ketua biro. Awalnya saya ragu, mungkinkan saya yang masih daun muda berkecimpung sebagai BPH di organisasi fakultas? Ah, tdak tahu, tetapi ini sebuah kesempatan hebat, saya pikir.

Tentu saya tidak percaya diri kalau hanya sendiri di jajaran BPH yang umumnya adalah mahasiswa angkatan 2008 dan 2009. Tentu saya membutuhkan seorang partner dalam menjalani amanah ini. Aulia Nabila, entah dari mana awalnya saya memikirkan nama itu. Seorang teman yang merupakan anak dari teman ibu saya, dan teman ayah saya. Lucu ya, ibu kami satu universitas, ayah kami satu universitas, dan kamu satu universitas juga. Dia inilah anak yang semenjak saya masih Ospek, selalu ditanyai oleh ibu saya, "Dek, kamu kenal nggak anaknya Tante Ria yang namanya Bella?". Saat itu tanpa pikir panjang saya mengajaknya untuk bergabung, menjadi wakil ketua biro yang hebat ini.

Setelah kami menjalani rapat-rapat terkait grand design BPM FEUI 2011, akhirnya tiba masa untuk melakukan open recruitment untuk staf. Setelah proses seleksi berkas dan wawancara, akhirnya saya menemukan lima orang ini. Semuanya laki-laki. Mereka inilah yang paling "pasti", pas di hati. Adalah Evan, Veto, Adit, Andre, dan Bhayu namanya.

Evan dan Veto, sebelumnya saya tidak pernah mengenal mereka, walaupun mereka adalah teman seangkatan saya. Evan berpostur tinggi, tetapi saya melihat dia tidak terlalu percaya diri dan agak nervous ketika diwawancarai. Tapi kemampuannya mengelola website mengatakan bahwa orang inilah yang saya butuhkan dalam tim ini. Veto, ketika itu bukan saya yang mewawancarainya tetapi Kak Vino. Veto adalah orang yang berbakat, memiliki pengalaman sebagai koordinator Mading Asrama. Wah hebat, saya pikir. Jadilah dia juga tergabung dalam tim ini.

Adit, sebelumnya saya pernah mengenal dia. Seorang anak yang bilang "Lo sok kenal banget sih jadi orang". Dia teman satu sekolah Bela dan sepertinya anak ini seru, saya pikir. Itulah alasan saya memilih dia, sebagai staf pemberi semangat dan kreativitas. Bhayu, mantan mahasiswa Fisika ITB 2008, orang yang pernah saya tanyai, "Eh lo dulunya anak ITB ya? Lo kidal ya?" di kelas PA. Dan dia menjawab dengan sangat cool dan kalem. Like A Boss. Tipe orang yang saya pikir tidak akan pernah dekat dengan saya. Andre, kalau yang satu ini saya cukup kenal baik. Tentu karena dia satu kelompok OPK dengan saya, seorang anak yang mudah bergaul dan sangat menyukai jurnalistik serta kebudayaan Indonesia. 

Sejak pleno awal, saya sudah bisa merasakan kebersamaan tim ini karena orang-orang di dalamnya begitu cocok satu sama lain. Kami semua suka bercanda, yah walaupun pada akhirnya saya dan Bella yang biasanya di-bully oleh para laki-laki. Selama hampir satu tahun bersama, kami jadi semakin tahu sifat masing-masing.  Bagaimana Andre ternyata bisa akting menangis, meniru suara pelaku kriminal di acara investigasi, pintar menjiplak gaya bicara Jeremy Teti, dan hafal lagu Que Sera-Sera. Bagaimana Adit dan Bhayu seringkali bertengkar ketika rapat. Bagaimana Bhayu yang suka 9gag sering bergaya Like A Boss, tapi juga sering galau di twitter di saat yang bersamaan. Adit yang selalu bercanda, yang bisa meniru gaya British dosen, bersahabat dengan Ibu Cintavhati, dan selalu bangga dengan candaan 'sabuk penyaman'-nya. Veto yang selalu galau untuk menjadi seorang pria sejati dan sibuk mencari pendamping hidup, dan Evan si anak Riau yang gaul dan kehilangan Jazz-nya yang sudah dijual. Bella yang ternyata penggemar berat Glee dan acara-acara serial TV lainnya dan doyan mantengin internet terutama twitter.

Selama sekitar satu periode bersama, saya menyadari betapa kami semua telah bekerja dengan sangat keras untuk mencapai target proker-proker kami. Alhamdulillah, sebagian besar proker kami berjalan dengan sangat baik. Hal yang saya sukai dari tim ini adalah, hasil kerja kami yang baik bukan dihasilkan dari kinerja individu yang memuaskan, tetapi dari kerjasama tim yang sangat membanggakan. Tiap program yang kami miliki selalu dikerjakan bersama, hingga pada akhirnya pencapaian kami selalu disyukuri sebagai buah kerjasama. Selain itu, setiap perjalanan selalu kami lalui dengan penuh canda tawa, membuat tiap langkahnya menjadi ringan namun bermakna.

Saya ingat ketika Adit menyembunyikan handphone saya ketika rapat di suatu malam. Saya ingat bagaimana saya menangis di depan Adit di stasiun. Saya ingat bagaimana saya berlari ke sekre BPM karena menyangka handphone saya tertinggal, padahal Bhayu menelepon Adit karena jaketnyalah yang tertinggal. Saya ingat ketika Evan mengantar saya ke rumah setelah rapat pleno hingga larut. Saya ingat wajah Andre yang berlinang air mata, suaranya yang berat, maupun suaranya yang seperti orang tercekik. Saya ingat ketika saya menyuruh Veto duduk jauh-jauh dari perempuan. Saya ingat ketika kami menyanyikan lagu Que Sera-Sera yang dituliskan Andre di papan tulis BPM. Saya harap saya akan mengingat semuanya, kenangan bersama mereka. Tentu saja, saya masih ingat masa ketika rapat kami terakhir di Kafe, membicarakan bagaimana surprise drama yang akan kami berikan ketika Pleno Akhir.

Di pleno akhir, kami merencanakan sebuah surprise drama untuk fungsionaris lainnya. Tak disangka, ternyata banyak yang tertipu oleh tindakan usil kami. Ya, tapi ada sesuatu yang menjadi lebih surprise ketika itu. Kami dianugerahi Best of Komisi/Biro, yang berarti kami adalah The Best Team dalam kepengurusan ini. Subhanallah, saya sangat bersyukur. Kami tidak pernah sebelumnya berpikir akan memenangkan ini, bahkan tidak terlintas bahwa penghargaan seperti ini akan ada. But well, I think they deserve it :)

Perjalanan selama satu tahun bersama BPM FEUI, terutama bersama Biro MTI telah menjadi sebuah pengalaman hidup yang sangat berharga bagi saya. Dalam tim ini saya belajar untuk memimpin sebuah tim, menghargai each and every person in it, dan tentunya mendapatkan sahabat-sahabat yang sangat spesial dan kenangan tak tergantikan. Saya yakin, setelah ini saya tidak akan melihat Bela, Andre, Adit, Bhayu, Veto, dan Evan dengan pandangan yang sama lagi, karena mereka telah memiliki tempat spesial di hati saya, sebagai TIM MTI.

Alhamulillah, saya sangat bersyukur karena Allah telah memberi saya kesempatan untuk ini. MTI, sejauh ini, adalah tim terbaik yang pernah saya miliki. I swear, I'm not lying, they really are the best team ever. Saya harap mereka juga mendapatkan pengalaman berarti sebagai MTI, dan saya berdoa agar mereka senantiasa mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Amin.

Terimakasih banyak MTI, you guys have given me one of the best years I've ever had in my life :)





















BEST TEAM EVER
BIRO MEDIA, TEKNOLOGI, DAN INFORMASI BPM FEUI 2011

Tuesday, January 17, 2012

The Invisible Detective : The Faces of Evil

Hi there, it's been a while, hasn't it? :) 
Sorry for not being able to write these past months, I had been quite busy with stuffs and 9gag, haha. Ever wonder why I could write today? Of course because IT IS HOLIDAAY folks, haha :D

So today I'm gonna talk about a book I have just finished reading. It is a pocketbook entitled 'Invisible Detective' by Justin Richards. Only by seeing the title, you would surely certain that it's about detective. Well, you're just slightly wrong, because it's about detectives. It was published by a publisher in UK during 2004. So yes, it is not a new book, not for me either. My grandpa gave this book when I was in Junior High School, if I'm not mistaken. But as I stated in my first sentence, I have just finished it a moment ago. It is actually because I found it very hard to read. When I was in the Middle School, there were too many words I had never recognized before. For now, I still have several words I got to look up to know the meaning, but at least they were less than years ago. 

This book tells about a group of children named "Cannoniers" who set up a so called 'illusion' to make a famous detective, Brandon Lake, exists. The head of this teenagers' group is a boy, Art Drake. But what interesting about this book is that it does not only talk about The Cannoniers who existed in London early in 1937, it also tells about Arthur Drake, Art's grandson, who has the same detective instinct and capacity as his Grandpa. Each chapter of this book contains the series of events happened in 1937 and now -- probably in 2004, according to the release of this book, and in the late chapters, the story began to mix up, so that we could find out the link between what had happened in 1930s and the events in 2000s.

In general, I find the author is really good in creating the plot and how he separate the chapters. He made it so well that I would always want to know what will happen to both sides of Art and Arthur who actually face different situations and troubles. I also find it sort of cool to read it because it has several phrases which I believe are in British. Well, even though I think it is only a children's book, but it is way better than reading other english novels of mine such as High School Musical and Hannah Montana, which actually are only the book versions of the movies. Haha.

Anyway, change of topic, I have just gained my latest index, the Cost Accounting subject, and it pretty much ruined my GPA :( So sad but I just have to get through it and pray that other subjects will make it up, amiin :)

Alright then, goodnight and have a great holiday :D