Friday, March 23, 2012

Belajar Menyetir

Assalamualaikum wr wb

Halo teman-teman, jadi ceritanya sudah dua minggu ini (hanya di week-end aja sih) gue belajar menyetir looh :) This is a very specific goal that I haven't been able to achieve yet, although it might not be something this 'big' for many people out there. Sejujurnya, gue merasa supir angkot 'tembak' itu hebat-hebat banget loh, usia mereka biasanya masih muda dan mereka nggak punya mobil sendiri, tapi mereka jago banget kalo urusan nyetir, apalagi nyetir di ibukota. Motor yang menyalip dari kiri ataupun angkot-angkot yang berseliweran dan berhenti dimana-mana bukan menjadi masalah untuk mereka. Salute! Beda banget sama gue, walaupun tahun lalu sudah sempat ikut les nyetir dan bahkan dapet SIM A, sampe detik ini gue belum fasih-fasih amat. Parkir aja belum bisa, but I'll try my best, definitely!

Mau cerita aja, jadi gue diajarin sama senior gue anak FE. Di pertemuan pertama, gue latihan di suatu perumahan di daerah Tebet. Waktu nyobain (setelah setahun lebih nggak ngendarain mobil), mobil gue jarang banget mati pas di jalanan datar (which means kemampuan gue sudah mulai meningkat dari setahun sebelumnya, yang di jalan datar aja masih suka mati, haha). Tapi, gue masih belum bisa tuh berhentiin mobil dan membuatnya tidak mati di jalan yang menanjak. Alhasil, seharian itu gue pakai untuk latihan di jalan tanjakan.

Pertemuan kedua (hari ini) gue belajar di kampus tercinta, UI Depok. Karena ini hari libur, jadi jalanan lumayan sepi. Lahan parkir di depan FISIP-pun cukup kosong untuk menjadi tempat gue melatih skill memarkir mobil. Nah, skill yang satu ini ternyata levelnya lebih sulit untuk di-acquire daripada skill 'jalan tanjakan'. Gue juga membutuhkan alat tertentu, yaitu dua botol aqua yang digunakan sebagai penanda (kalau gue nabrak itu berarti gue udah nabrak mobil in real haha). Latihan hari ini cukup melelahkan, dan gue masih belum bisa mahir memarkir mobil, tapi akan ada latiha selanjutnya dan gue akan berusaha sekuat tenaga!

Ohiya, di pertemuan selanjutnya senior gue janji akan membolehkan gue terjun ke jalan raya loh! (Karena gue nggak sabaran banget daritadi, hoho). Mari kita lihat apa yang akan terjadi nanti, semoga bisa gue post ya.

Wish me luck, folks ;)
Ayo Tari, semoga cepat bisaaa ><

Wednesday, March 14, 2012

Alhamdulillah :)

Ada banyak hal yang sangat perlu gue syukuri di awal semester baru ini. Bukan berarti kita nggak harus mensyukuri semua karunia Allah setiap saat loh, hanya saja untuk beberapa hal ini sepertinya keterlaluan banget kalau sampai lupa disyukuri, hehe. Dan lagi, semakin banyak bersyukur, semakin banyak juga yang akan Allah beri ke kita 'kan? ;)

Pertama, alhamdulillah segala amanah organisasi dan kepanitiaan di periode sebelumnya hampir semuanya sudah selesai, yang tersisa tinggal kepanitiaan dimana peran gue nggak signifikan, hehe. Masih ada beberapa hal yang belum terselesaikan sih, seperti foto studio bareng MTI (tapi uang kas nya belom di-reimburse) dan belum dapet bagian profit dari Trofi. But overall, my responsibilities in BPM FEUI and other organizational / eventual activities have been lifted from my shoulders.

Kedua, muculnya amanah baru yang cukup berat namun menantang, yakni dipercaya sebagai Project Officer Desa Binaan FEUI. Program ini berlangsung dalam periode satu tahun, sehingga gue harus memfokuskan diri dalam kegiatan ini. Syukurnya lagi, gue dapet PI dan BPH yang unik-unik dan oke punya, InsyaAllah nggak sulit untuk mencapai goals kita selama periode ini. Semoga gue juga bisa jadi pemimpin yang baik untuk tim, amiin.

Ketiga, alhamdulillah dapet rekomendasi sebagai perwakilan UI dalam program exchange ke Tohoku University, Jepang. Baru rekomendasi dari UI sih, belum ada kepastian keterima atau nggaknya, tapi gue yakin apapun hasilnya pasti adalah skenario terbaik Allah buat gue, hehe.

Jadi bagi gue yang need of achievement-nya tinggi, semua hal ini merupakan pencapaian yang sangat berarti. Satu hal yang bisa gue pelajari dari segala karunia ini adalah bahwa untuk mendapatkan sesuatu, kita harus melakukan sesuatu juga. Harus berani untuk berkorban dan berusaha semaksimal mungkin. Ketika kita tidak mencoba, semua angan ya cuma mimpi aja. Nggak akan ada realisasinya. Ketiga hal di atas masih bukan apa-apa dibandingkan banyak orang di dunia ini, haha, karena banyak banget orang berprestasi yang gue tau. Tapi ya nggak apa-apa, bagi gue ini baru langkah awal untuk pencapaian-pencapaian berikutnya. InsyaAllah. 

Goodluck for everything guys,
Goodnight :)