Thursday, May 24, 2012

When Your Time Is Up

Beberapa hari belakangan ini gue sering memikirkan tentang kematian. Well, nggak tahu kenapa, belakangan ini rasanya semakin banyak aja orang yang meninggal. Mulai dari Pak Widjadono, suaminya Ibu Ayu, sampai papa temennya Ica yang jadi salah satu korban Sukhoi SJ100. Somehow, those made me scared of death.

Pada hakikatnya, manusia itu diciptakan di muka bumi untuk menjadi khalifah Allah, kemudian menyembah-Nya, dan pada saatnya nanti akan dikembalikan lagi ke sisi-Nya. Lalu, apa sih yang membuat kita takut dan tidak siap? Jujur, hingga saat ini gue belum siap menghadapi kematian, dan belum siap juga untuk menghadapi kehilangan orang yang dekat, seperti keluarga. Padahal, sebenarnya semua manusia tahu bahwa hal ini suatu hari pasti menimpa mereka.

Jadi, kenapa takut? Mudah saja sebenarnya, manusia yang masih takut mati itu merasa demikian karena mereka sadar telah berdosa. Gue takut meninggal karena sadar masih punya banyak dosa. Karena kita punya banyak dosa, maka kita takut akan siksaan yang nanti harus kita alami setelah kematian. Logically, ketika kita sudah yakin memiliki bekal yang cukup untuk bertemu-Nya, lantas untuk apa takut? Well, itulah sebenarnya yang harus kita persiapkan. Jangan sampai ketika waktu kita di dunia sudah berakhir, kita terlambat menyiapkan segala bekal itu. That's why, setiap harinya kita harus berusaha sebaik mungkin untuk menjalankan kehendak Allah dan menjauhi larangan-Nya. Easy to say, yes, but not that easy to do. 

Ya Allah, semoga saya dan seluruh keluarga saya meninggal dalam keadaan yang baik, khusnul khotimah, dan dibebaskan dari siksa kubur serta api neraka. Amiin.

No comments:

Post a Comment