Monday, October 15, 2012

Daily Life In Sendai

Assalamualaikum wr. wb.

Baiklah hari ini gue akan sedikit bercerita tentang kehidupan sehari-hari gue di Sendai. Quick post (lagi) yah soalnya bentar lagi harus siap-siap berangkat kuliah, haha.

Yak, selama di sini gue tinggal di asrama. Tentunya hal ini membawa sebuah perubahan besar dalam hidup gue, haha, karena sebelumnya gue belum pernah tinggal jauh dari orang tua. Memasak, mencuci piring, mencuci, menyapu, serta menjemur dan menyetrika pakaian bukanlah hal yang sering gue lakukan selama di rumah. Tentu aja semenjak tinggal di asrama gue harus berubah! Sedikit demi sedikit belajar banyak hal tentang hidup mandiri :)

Gue yang tidak terbiasa berolahraga juga mengalami shock pada otot-otot betis. Seperti yang kebanyakan orang Indonesia ketahui, transportasi umum di Indonesia (khususnya Jakarta) sangat beragam dan banyak. Bahkan ada angkutan kota yang bisa aja berhenti tepat di depan rumah, ya kan? Bahkan temen gue yang tinggal di Australia sampai shock waktu gue bilang bahwa kendaraan umum yang bukan taksi bisa aja berhenti di depan rumah kami di Indonesia. Haha. Kurang lebih menggambarkan kondisi masyarakat (tapi gue nggak mau stereotype-in sih) yang bisa jadi mau yang serba instan dan malas, atau bisa juga karena kondisi udara yang tercemar oleh polusi sehingga sangat tidak sehat untuk berjalan di luar. Fyuh. Di sini, setiap harinya gue harus naik sepeda atau jalan kaki menuju kampus, atau naik bus gratis dari asrama ke kampus. Dan jangan salah loh, naik sepeda dari asrama ke kampus itu memakan waktu 20 menit dan diserta banyaknya jalan menanjak, kalau jalan kaki rata-rata waktunya 40 menit. Tapi somehow salut banget karena jalan kaki ataupun naik sepeda di sini sangatlah common dan sangat menyenangkan melakukannya karena udara terasa bersih dan jalananpun (yang kecil sekalipun) hampir selalui disertai pathway untuk pejalan kaki/pengendara sepeda :')

Sekarang masalah waste management. Hampir semua sampah di sini dikategorikan pada grup-grup tertentu. Yang paling umum adalah grup plastik recyclable, sampah rumah tangga, sampah kertas, sampah kaleng, dan sampah besar.  Terus, kalau mau buang sampah kita harus menggunakan plastik tertentu (ada dua, warna merah dan hijau -- merah untuk plastik dan hijau untuk sampah rumah tangga) yang nantinya akan dibuang ke tempat penampungan sampah (tiap RT/RW punya satu tempat) dan ada hari-hari pengambilan tertentu untuk jenis sampah yang berbeda dan berbeda di setiap daerah pembuangan sampah. Contoh, sampah plastik diangkut hari Senin, sampah rumah tangga hari Selasa, sampah kertas hari Rabu, dst. Sampah yang dibuang tanpa menggunakan plasti merah-hijau nggak akan diangkut. Jadi kita nggak bisa buang sampah pakai kresek sembarangan gitu, haha. Ohiya, plastik merah-hijau itu harus beli loh! Harganya berbeda-beda sesuai ukuran plastiknya. Jadi, semakin sering kita 'nyampah', semakin mahal biaya yang harus kita keluarkan. Ohiya, untuk barang-barang besar seperti meja, kursi, dsb juga ada aturannya. Kalau mau dibuang harus telepon ke tukang sampah supaya sampahnya bisa diangkut. Dan tentu saja, ada bayaran per kg kalau nggak salah. Karena itu, orang-orang di sini seringkali menjual barangnya ke orang lain dan cenderung jarang membuang barang. Karena orang-orang sini sangat apik dalam merawat barang jadilah banyak toko secondhand dan barang di dalemnya masih bagus-bagus :) Pembelajaran yang sangat bagus untuk negara kita loh.

Itu dulu deh ya, nanti sisanya menyusul kalo inget, hahaha :P

Wassalamualaikum wr. wb.

2 comments:

  1. Kapan oh kapan Indonesia begitu? Segera jadi menteri lah Bu biar bisa mengubah negara >.o

    ReplyDelete
  2. Wah gue nggak mau mengubah negara dengan jadi menteri cha, wakakaka :P jadi entrepreneur aja, perbaiki ekonominya dulu (wasseeeeekk) amiin :D

    ReplyDelete