Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2013

Mari Mencoba!

Assalamualaikum wr. wb.
Halo! Sembari menunggu nasi di rice cooker yang masih belum matang, gue mau berbagi sesuatu nih, hehe. Seperti judul di atas, post kali ini akan bercerita tentang pengalaman gue mencoba. Yap, saat ini gue sedang mencoba melakukan suatu aktivitas baru, yakni menari! Hahaha.
Meski nama gue Tari, sebenarnya gue bisa dibilang nggak terlalu berbakat dalam hal ini. Tidak seperti wanita-wanita penari yang umumnya memiliki tubuh yang "lentik" dan gerakan yang gemulai, gerakan tubuh gue bisa dibilang kaku, hahaha. Terakhir kali gue menari pun waktu gue SD sekitar kelas dua kalo ga salah. Waktu itu gue masih ikutan kursus Tari Bali. Tapi yah, sudah hampir semua gerakan telah gue lupakan.
Nah kebetulan bulan April nanti Persatuan Pelajar Indonesia Sendai akan ngadain acara Festival Indonesia dan gue termasuk salah satu penari pembuka. Wiih, keren ya, hahaha. Tapi tenang aja, bukan berarti gue jago kok, gue dipilih semata-mata karena gue mahasiswi exchange yang …

Teruntuk Kamu

Dua setengah tahun sudah aku mengenalmu.
Pertama kali dikenalkan, katanya kamu itu menarik, seru, dan menyenangkan.
Awalnya aku tidak percaya, tapi ternyata benar adanya.

Kamu memang istimewa.
Tidak perlu waktu lama-lama untuk membuatku jatuh cinta.
Enam bulan, eh, mungkin tiga atau satu bulan saja.
Ah entahlah, aku juga sudah lupa.
Tapi aku tahu sudah pernah jatuh cinta.

Sama kamu.

Terima kasih, ya. Sungguh.
Tanpa kamu, mungkin aku belum menemukan impian besarku.
Tanpa kamu, mungkin dua setengah tahunku abu-abu.
Tanpa kamu, mungkin aku banyak tak tahu.


Oh iya, terima kasih juga karena mengenalkan aku dengan orang-orang yang selalu bisa kuandalkan.
Orang-orang hebat yang aku tahu akan terus berjuang.

Mungkin, bukan lagi berjuang untuk kamu.
Tapi berjuang untuk mereka yang lebih besar.
Atau, untuk mereka yang masih lemah dan kecil.


Sekarang... banyak yang bilang kita harus berpisah.
Ah, benarkah?

Yah, aku harus bagaimana lagi.
Kamu memang harus bertemu orang baru, yang lebih segar, leb…

One Rainy Day

Gerimis. Si wanita tergopoh-gopoh turun ke lantai terbawah asramanya untuk segera pergi ke kampus. Hari itu, lagi-lagi berjalan kaki. Sepeda yang biasa Ia naiki ditinggalkannya di kampus kesayangan; wajar saja, beberapa hari sebelumnya salju menyapa kota kecil itu. Membuatnya kesulitan mengendarai sepeda di atas licinnya air yang mengeras di atas aspal jalanan.
.
Payung. Ah, si wanita lupa. Berlari Ia kembali menuju kamarnya, mengambil payung biru tua yang sudah disiapkan di atas meja. Pelupa. Selalu saja.
.
Hari itu berangin. Dingin. Di tengah cuaca itu si wanita harus membuka sarung tangan wolnya. Bukan apa-apa, sebuah pesan singkat baru saja masuk ke telepon genggamnya. Tak bisa Ia mengetik tanpa melepaskan satu-satunya pertahanan terhadap jemarinya yang hampir membeku. Sembari menunduk, dipandanginya layar persegi empat itu. 
.
Hentakan sol sepatu boots yang sudah mulai menipis menimbulkan suara-suara keras di atas lapisan es bekas guyuran salju tadi malam. Alasannya dua. Pertama…

Accents

Hello folks!
Today, I'm gonna be talking about accents. 
Before starting with it, let's talk a bit about the whereabouts I learned accents. To be honest, I guess it's mainly from movies and YouTube. As you might already know, my first YouTube obsession is *drumrolls* Ryan Higa for his account namely nigahiga. Since he's from America (although he's genetically a Japanese), he has an American accent and probably this (and other American things I watched) has had a big influence for my current English accent which, most of my friends say, is american-like. I am not a native so my accent is not that good, but yeah, my friends told me so.
On the other hand, I don't fancy American accent that much with no particular reason. I've been very fond of England or British accent ever since I watched the box office movie called Harry Potter for the first time. How Emma Watson talked in that movie really did inspire me. Even so, I did not get enough access to many Britis…

Movie Endings

Hello!
It's time for not-very-thoughtful post in the blog after several weeks of fancy writings haha :)
I just watched a movie called "Like Crazy" online. It was such a cute, realistic movie. I really liked it ever since the beginning of the story. How it was so realistically filmed and how great the flow of emotion captured astonished me.
However, by the time I got to the end of the movie, I was somehow disappointed. Why? Because the ending made me feel like I did not know and would never know how the story actually ended. I found the ending made me fall into a deep tunnel of uncertainty, haha. But well, I guess the realistic-point of the movie is what the director wanted to show. In life, we actually never know what will happen. What I'm trying to say is, at this current point of life, we might think that our future would be as happy as the, say, couple of princes and princesses in Disney movies. But, we never know what happens next to Aladdin and Jasmine or to Ci…

Ichi-go Ichi-e

"One opportunity, one encounter" or "One time, one meeting". That we only have one chance to meet someone, or to feel a particular atmosphere, or to experience particular moment. That every moment happens in life is different, is unique in its way, and would not recur. Understanding this phrase, one might then think about living to the fullest in this particular moment and making the best use of probably the most precious yet tricky element in life: time; the underpinning aspect of what we call moments.
.

Seeing friends leaving, trying to go for their dreams, I kept asking myself, never felt as unsure about the answer, will we ever meet again?

Realising that we had once been separated by thousand miles of land and ocean, the fact that all of a sudden we were destined to meet each other in a particular place out of the vast earth is indescribably amazing. Being grateful for the moments lived and the memories created upon this encounter is a must, if I may say. Neve…

One Day in Winter

Pak Ketua, jadi bagaimana? Adakah yang bisa aku bantu? Kelasku baru saja selesai.

Tak lama setelah pesan singkat itu dikirimkan, telepon genggamnya pun bergetar. Sebuah telepon dari Pak Ketua.
"Ya, sebenarnya aku memerlukan bantuanmu untuk mencetak flyer ini, aku tidak mau melakukannya sendirian. Kamu di mana sekarang?"
"Aku baru saja selesai kelas, bagaimana kalau bertemu di ruang mahasiswa?"
"Oke. Sampai jumpa di sana."
Langkahnya pun dipercepat, menuju ruang bersantai mahasiswa itu. Di sana, bertemulah Ia dengan seorang pria tinggi dan tampan, dengan pakaian bergaya tahun '50-an, berkelas.
Berdua mereka keluar dari ruangan hangat itu, menuju dinginnya udara awal musim dingin. Pergilah mereka melewati taman-taman kampus yang rapi, menyebrangi jalan menuju wilayah lain dari kampus itu. Hingga tibalah mereka di sebuah gedung besar Departemen Pendidikan.
"Ah, untung saja asisten dosen itu mau berbaik hati meminjamkan printer laboratoriumnya untuk …

A Vlog!

Assalamualaikum wr. wb.

So I decided to make a video blog also known as Vlog :)

You can watch it here! :)

Just trying a new thing, it's almost spring holiday anyway :D Hope you like it, haha.

Just Another Thought

Terkadang, kita harus bangkit dari singgasana, untuk bisa merasa.
Karena mungkin, mungkin, kita terlena, terlupa.

Lihat, lihat, lihat, dan perhatikan.
Bukankah itu keperihan?
Mungkin hidup terlalu pahit bagi mereka, tapi kita tidak merasa.

Terkadang kita perlu terjatuh, tersungkur, terpuruk.
Untuk bisa melihat apa yang mereka asumsikan sebagai realita.

Terkadang kita harus berhenti sejenak, berpikir.
Berpikir tentang mereka.
Tentang diri sendiri. Tentang egoisme. Tentang sudut pandang. Tentang kebenaran, keadilan, dan prinsip.

Lalu menemukan.

Kemudian bertindak, bergerak.
Bertindak.
Bergerak.

2.50am, Sendai-shi

Should there be many ways to see almost anything, why sticks with a single one?
It's almost the same with taking the same road each time. Much less to learn, much less to discover, much less to experience.
Learning, discovering, experiencing something new, for me, can never be wrong. Even the worst part, or what people say as the worst part, of an experience still gives lessons to be learned.