Friday, February 22, 2013

Teruntuk Kamu

Dua setengah tahun sudah aku mengenalmu.
Pertama kali dikenalkan, katanya kamu itu menarik, seru, dan menyenangkan.
Awalnya aku tidak percaya, tapi ternyata benar adanya.

Kamu memang istimewa.
Tidak perlu waktu lama-lama untuk membuatku jatuh cinta.
Enam bulan, eh, mungkin tiga atau satu bulan saja.
Ah entahlah, aku juga sudah lupa.
Tapi aku tahu sudah pernah jatuh cinta.

Sama kamu.

Terima kasih, ya. Sungguh.
Tanpa kamu, mungkin aku belum menemukan impian besarku.
Tanpa kamu, mungkin dua setengah tahunku abu-abu.
Tanpa kamu, mungkin aku banyak tak tahu.


Oh iya, terima kasih juga karena mengenalkan aku dengan orang-orang yang selalu bisa kuandalkan.
Orang-orang hebat yang aku tahu akan terus berjuang.

Mungkin, bukan lagi berjuang untuk kamu.
Tapi berjuang untuk mereka yang lebih besar.
Atau, untuk mereka yang masih lemah dan kecil.


Sekarang... banyak yang bilang kita harus berpisah.
Ah, benarkah?

Yah, aku harus bagaimana lagi.
Kamu memang harus bertemu orang baru, yang lebih segar, lebih pintar, dan lebih segalanya.
Supaya kamu senang.
Supaya kamu juga bisa lebih berkembang.

Bagiku, tahu bahwa aku sudah menjadi salah satu yang membantumu berdiri,
di masa-masa kamu masih merangkak,
di waktu-waktu kamu masih berteriak,
sudah cukup.

Aku bangga bisa membantu membesarkanmu.

Oh iya, lupa. Satu lagi.
Yang paling penting, hehe.

Terima kasih ya, atas segala kenangan dan ingatan.
Bersama kamu.
...
Bersama orang-orang yang juga ikut mendewasakan kamu.
Terima kasih. Sungguh.


Teruntuk yang terkasih, Desa Binaan FEUI.

No comments:

Post a Comment