Posts

Showing posts from April, 2013

Kaca Bus yang Berembun

Payung biru tua itu sekarang sudah entah di mana. Sang wanita terlalu sibuk dengan dririnya sendiri dan melupakan benda kecil yang selalu menyelamatkannya di kala hujan melanda. Ya, di tengah labilnya cuaca musim semi, sang wanita harus menghadapi suatu hari ketika hujan deras menghalanginya berjalan pulang sendirian.
.
Tidak ada pilihan lain, Ia menunggu bus kampus yang dijadwalkan datang sekitar sepuluh menit lagi dan siap mengantarnya ke asrama. Untungnya, seorang teman bersedia berbagi payung kecil miliknya dengan sang wanita, paling tidak menyelamatkan separuh tubuhnya dari derasnya hujan.
.
Sepuluh menit berlalu, bus kampus datang tepat waktu. Kaca bus itu berembun, dikarenakan perbedaan suhu yang hangat di dalam bus dan hawa dingin di luar; menghalangi pandangan orang-orang yang menunggu bus dan memperkirakan bisa tidaknya masing-masing dari mereka masuk ke dalam bus yang tampaknya cukup penuh karena cuaca yang tak bersahabat.
.
Seseorang yang duduk di bangku depan, terlihat m…

It's Happening. Now.

"Enjoy it. Because it's happening" -Stephen Chbosky, The Perks of Being a Wallflower
Setiap kali kita akan pergi meninggalkan sesuatu, atau ketika kita tahu kita akan segera mengakhiri sesuatu, sering kali rasa sedih maupun resah muncul. Rasa di mana kita tidak ingin mengakhiri hal tersebut, dan tidak ingin berjumpa dengan perpisahan.
Kalau menurut saya, rasa-rasa tersebut sangatlah wajar. Tetapi kita harus ingat, life has to go on. There's no chance for us to rewind time, and even if we do have that chance, then all those things we called memories would not be precious anymore. Buat saya, karena waktu tidak bisa diulang itulah segala hal yang kita sebut kenangan ataupun memori menjadi penting. Selain itu, hakikat waktu yang seperti ini juga membuat saya lebih menghargai masa-masa lampau tersebut, lebih menghargai waktu yang saya miliki saat ini, dan juga membuat saya menantikan hal-hal yang akan saya alami di masa depan.
Terkadang, kalau saya sedang memikirkan indahn…

To Give

I miss those times when I could give almost all I had because I wanted to.
I did not get any pressure nor obligation.
It's not because I expected anything to happen to me after what I did.
Neither because of me knowing that giving will give more.

I did it just because I wanted to.
Because my heart told me to do so.