Wednesday, June 26, 2013

Catatan Kepada Hujan

Entah mengapa,
aku selalu merasa lebih dekat dengannya di hari-hari hujan.
Karena entah sudah berapa kali, 
hari-hari hujanku dibuat manis olehnya.

Di musim dingin, musim semi, dan bahkan,
hari ini. 
Suatu hari di awal musim panas.

Entah sampai kapan hujan akan terus mengejekku.

Atau mungkin, 
hujan bukan mengejek, 
melainkan membantu mengabulkan doa-doaku.
Karena kata orang, 
doa-doa akan dikabulkan Tuhan ketika hari sedang hujan.

Di tengah hujan kali ini,
lagi-lagi kulihat sosok pria itu.

Si tampan, 
dengan pakaian bergaya '50-an.

Dia sekali lagi muncul tiba-tiba.
Di balik payungku, 
yang sekarang bukan berwarna biru tua lagi,
tetapi hitam kebiru-biruan.

Lalu Ia membuat wajahku berubah warna,
menjadi kemerahan.

Ah hujan, sampai kapan kau mau bermain dengan hati orang?

No comments:

Post a Comment