Monday, November 4, 2013

Tentang Krisis Kehidupan

Assalamualaikum wr wb.

Jadi ceritanya saya mau sharing sedikit nih, semoga bermanfaat ya, aamiin :)

Beberapa hari belakangan ini (mungkin sekitar seminggu yang lalu) adalah masa-masa puncak (menurut saya) dimana saya merasakan krisis kehidupan. Krisis jati diri. Saat itu entah bagaimana saya tiba-tiba berpikir tentang apa yang akan terjadi pada diri saya setelah saya meninggal. Saat itu saya sadar bahwa dosa saya sangat banyak dan saya sangat ketakutan karena merasa tidak siap dengan sakaratul maut, siksa di alam kubur, terlebih lagi siksa neraka.

Saat itu saya benar-benar takut sehingga tubuh saya pun jadi gemetar, keringat dingin, dan sebagainya. Pokoknya kala itu tubuh ini rasanya sangat nggak enak, dan saya bingung harus berbuat apa. Saya pun menyimpan kekhawatiran itu selama beberapa hari hingga akhirnya saya memutuskan untuk curhat dengan salah satu senior saya di Sendai (yang alhamdulillah banyak memberi saya pengetahuan tentang agama) melalui chat Facebook.

Sedihnya (saat itu), senior saya ini baru pulang dari ibadah haji sehingga nggak bisa segera membalas pesan saya. Saya pun akhirnya cerita dengan salah satu teman yang menurut saya insyaAllah dapat memberi ketenangan. Setelah curhat dan berusaha memperbanyak ibadah, hati saya pun terasa cukup tenang, Hari itu juga senior saya membalas pesan saya di Facebook. Inti dari perbincangan saya dengan teman saya maupun senior itu adalah bahwa: ketakutan akan mati itu perlu supaya kita nggak lalai sama kehidupan dunia. Tetapi, hal itu akan sia-sia jika kita justru terlalu takut dan pada akhirnya tidak bisa beribadah dengan khusyuk dan maksimal kepada-Nya. Intinya, ketakutan itu haruslah dijadikan alasan untuk bisa lebih banyak beribadah sama Allah. :')

Akhirnya, saya pun merasa cukup tenang, tapi ketenangan itu nggak berlangsung terlalu lama. Selang beberapa hari, saya kembali mengalami ketakutan-ketakutan, bahkan salah satunya hari ini. Saya merasa takut karena saya merasa "bukan siapa-siapa" dan saya merasa jauh sekali amal ibadahnya dibandingkan orang-orang yang dijamin masuk surga. Saya merasa takut ibadah saya nggak akan cukup :(

Tapi tiba-tiba ketika sedang solat (atau setelah solat, saya lupa), saya teringat pernah mendengar kalimat bahwa "Islam itu mudah". Akhirnya saya pun mencari artikel dan menemukan ini dan ini di Google (semoga artikelnya terpercaya, aamiin). Kesimpulan yang bisa saya ambil adalah bahwa manusia itu memang sejatinya memiliki banyak kelalaian, dan Allah sudah tahu akan hal itu sehingga Ia memberikan banyak kemudahan bagi kita dalam menjalankan Islam. Selain itu, yang perlu kita perhatikan adalah bahwa Islam itu sudah sempurna dan harus kita jalankan sebagaimana mestinya, tidak dikurangkan ataupun ditambahkan :')

Lalu pada akhirnya, ada hal-hal yang sudah ditentukan oleh Allah, seperti kelahiran, kematian, hari kiamat, ataupun jodoh kita. Kita cuma bisa tawakkal atas hal-hal tersebut karena cuma Allah yang punya kuasa atas itu semua. Yang bisa kita lakukan sekarang cuma memperbanyak ibadah kita dan mulai dari hal-hal yang sederhana namun berkesinambungan. Selain itu, saya juga merasa perlu banyak berdoa supaya diberi ketenangan hati dan diberi kekuatan untuk bisa selalu tawakkal kepada-Nya. Semoga kita semua bisa begitu ya, aamiin :)

Oh iya satu lagi, tetap kita harus banyak bersyukur, karena Allah sudah memberi kesempatan kita untuk hidup dan bertaubat :'). Semoga rasa syukur tersebut bisa diwujudkan pula dengan hal-hal yang baik, hehe. Aamiin.  Terakhir, semoga post ini bisa jadi pengingat, terutama untuk saya sendiri, supaya semangat dan nggak galau dalam menjalani hidup ini. Aamiin :)

"and the faithful ones whose hearts are comforted by the remembrance of God. Remembrance of God certainly brings comfort to all hearts" [QS 13:28]

Wassalamualaikum wr wb.

P.S : Ya Allah semoga kami tidak termasuk orang yang mengatakan sesuatu tetapi tidak mengerjakannya, aamiin.

No comments:

Post a Comment