Saturday, January 21, 2012

Biro MTI BPM FEUI 2011

Saya baru saja menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BPM FEUI 2011, khususnya untuk Biro yang saya pimpin selama satu periode kepengurusan ini. Biro yang sangat saya cintai, sebuah tim yang saya yakin adalah yang terbaik sepanjang perjalanan saya dalam organisasi, sebuah keluarga yang sangat saya syukuri.

Biro Media, Teknologi, dan Informasi adalah sebuah Biro yang barutahun lalu ada di BPM FEUI 2011. Sebelumnya, hanya ada komisi-komisi dan belum ada supporting system seperti kami di BPM FEUI. Saya, ya, secara kebetulan sayalah yang terpilih menjadi ketua biro ini. Aneh bukan? Seorang mahasiswa tingkat awal yang umumnya hanya akan menjadi staf, tiba-tiba diberi amanah untuk menjadi ketua biro. Awalnya saya ragu, mungkinkan saya yang masih daun muda berkecimpung sebagai BPH di organisasi fakultas? Ah, tdak tahu, tetapi ini sebuah kesempatan hebat, saya pikir.

Tentu saya tidak percaya diri kalau hanya sendiri di jajaran BPH yang umumnya adalah mahasiswa angkatan 2008 dan 2009. Tentu saya membutuhkan seorang partner dalam menjalani amanah ini. Aulia Nabila, entah dari mana awalnya saya memikirkan nama itu. Seorang teman yang merupakan anak dari teman ibu saya, dan teman ayah saya. Lucu ya, ibu kami satu universitas, ayah kami satu universitas, dan kamu satu universitas juga. Dia inilah anak yang semenjak saya masih Ospek, selalu ditanyai oleh ibu saya, "Dek, kamu kenal nggak anaknya Tante Ria yang namanya Bella?". Saat itu tanpa pikir panjang saya mengajaknya untuk bergabung, menjadi wakil ketua biro yang hebat ini.

Setelah kami menjalani rapat-rapat terkait grand design BPM FEUI 2011, akhirnya tiba masa untuk melakukan open recruitment untuk staf. Setelah proses seleksi berkas dan wawancara, akhirnya saya menemukan lima orang ini. Semuanya laki-laki. Mereka inilah yang paling "pasti", pas di hati. Adalah Evan, Veto, Adit, Andre, dan Bhayu namanya.

Evan dan Veto, sebelumnya saya tidak pernah mengenal mereka, walaupun mereka adalah teman seangkatan saya. Evan berpostur tinggi, tetapi saya melihat dia tidak terlalu percaya diri dan agak nervous ketika diwawancarai. Tapi kemampuannya mengelola website mengatakan bahwa orang inilah yang saya butuhkan dalam tim ini. Veto, ketika itu bukan saya yang mewawancarainya tetapi Kak Vino. Veto adalah orang yang berbakat, memiliki pengalaman sebagai koordinator Mading Asrama. Wah hebat, saya pikir. Jadilah dia juga tergabung dalam tim ini.

Adit, sebelumnya saya pernah mengenal dia. Seorang anak yang bilang "Lo sok kenal banget sih jadi orang". Dia teman satu sekolah Bela dan sepertinya anak ini seru, saya pikir. Itulah alasan saya memilih dia, sebagai staf pemberi semangat dan kreativitas. Bhayu, mantan mahasiswa Fisika ITB 2008, orang yang pernah saya tanyai, "Eh lo dulunya anak ITB ya? Lo kidal ya?" di kelas PA. Dan dia menjawab dengan sangat cool dan kalem. Like A Boss. Tipe orang yang saya pikir tidak akan pernah dekat dengan saya. Andre, kalau yang satu ini saya cukup kenal baik. Tentu karena dia satu kelompok OPK dengan saya, seorang anak yang mudah bergaul dan sangat menyukai jurnalistik serta kebudayaan Indonesia. 

Sejak pleno awal, saya sudah bisa merasakan kebersamaan tim ini karena orang-orang di dalamnya begitu cocok satu sama lain. Kami semua suka bercanda, yah walaupun pada akhirnya saya dan Bella yang biasanya di-bully oleh para laki-laki. Selama hampir satu tahun bersama, kami jadi semakin tahu sifat masing-masing.  Bagaimana Andre ternyata bisa akting menangis, meniru suara pelaku kriminal di acara investigasi, pintar menjiplak gaya bicara Jeremy Teti, dan hafal lagu Que Sera-Sera. Bagaimana Adit dan Bhayu seringkali bertengkar ketika rapat. Bagaimana Bhayu yang suka 9gag sering bergaya Like A Boss, tapi juga sering galau di twitter di saat yang bersamaan. Adit yang selalu bercanda, yang bisa meniru gaya British dosen, bersahabat dengan Ibu Cintavhati, dan selalu bangga dengan candaan 'sabuk penyaman'-nya. Veto yang selalu galau untuk menjadi seorang pria sejati dan sibuk mencari pendamping hidup, dan Evan si anak Riau yang gaul dan kehilangan Jazz-nya yang sudah dijual. Bella yang ternyata penggemar berat Glee dan acara-acara serial TV lainnya dan doyan mantengin internet terutama twitter.

Selama sekitar satu periode bersama, saya menyadari betapa kami semua telah bekerja dengan sangat keras untuk mencapai target proker-proker kami. Alhamdulillah, sebagian besar proker kami berjalan dengan sangat baik. Hal yang saya sukai dari tim ini adalah, hasil kerja kami yang baik bukan dihasilkan dari kinerja individu yang memuaskan, tetapi dari kerjasama tim yang sangat membanggakan. Tiap program yang kami miliki selalu dikerjakan bersama, hingga pada akhirnya pencapaian kami selalu disyukuri sebagai buah kerjasama. Selain itu, setiap perjalanan selalu kami lalui dengan penuh canda tawa, membuat tiap langkahnya menjadi ringan namun bermakna.

Saya ingat ketika Adit menyembunyikan handphone saya ketika rapat di suatu malam. Saya ingat bagaimana saya menangis di depan Adit di stasiun. Saya ingat bagaimana saya berlari ke sekre BPM karena menyangka handphone saya tertinggal, padahal Bhayu menelepon Adit karena jaketnyalah yang tertinggal. Saya ingat ketika Evan mengantar saya ke rumah setelah rapat pleno hingga larut. Saya ingat wajah Andre yang berlinang air mata, suaranya yang berat, maupun suaranya yang seperti orang tercekik. Saya ingat ketika saya menyuruh Veto duduk jauh-jauh dari perempuan. Saya ingat ketika kami menyanyikan lagu Que Sera-Sera yang dituliskan Andre di papan tulis BPM. Saya harap saya akan mengingat semuanya, kenangan bersama mereka. Tentu saja, saya masih ingat masa ketika rapat kami terakhir di Kafe, membicarakan bagaimana surprise drama yang akan kami berikan ketika Pleno Akhir.

Di pleno akhir, kami merencanakan sebuah surprise drama untuk fungsionaris lainnya. Tak disangka, ternyata banyak yang tertipu oleh tindakan usil kami. Ya, tapi ada sesuatu yang menjadi lebih surprise ketika itu. Kami dianugerahi Best of Komisi/Biro, yang berarti kami adalah The Best Team dalam kepengurusan ini. Subhanallah, saya sangat bersyukur. Kami tidak pernah sebelumnya berpikir akan memenangkan ini, bahkan tidak terlintas bahwa penghargaan seperti ini akan ada. But well, I think they deserve it :)

Perjalanan selama satu tahun bersama BPM FEUI, terutama bersama Biro MTI telah menjadi sebuah pengalaman hidup yang sangat berharga bagi saya. Dalam tim ini saya belajar untuk memimpin sebuah tim, menghargai each and every person in it, dan tentunya mendapatkan sahabat-sahabat yang sangat spesial dan kenangan tak tergantikan. Saya yakin, setelah ini saya tidak akan melihat Bela, Andre, Adit, Bhayu, Veto, dan Evan dengan pandangan yang sama lagi, karena mereka telah memiliki tempat spesial di hati saya, sebagai TIM MTI.

Alhamulillah, saya sangat bersyukur karena Allah telah memberi saya kesempatan untuk ini. MTI, sejauh ini, adalah tim terbaik yang pernah saya miliki. I swear, I'm not lying, they really are the best team ever. Saya harap mereka juga mendapatkan pengalaman berarti sebagai MTI, dan saya berdoa agar mereka senantiasa mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Amin.

Terimakasih banyak MTI, you guys have given me one of the best years I've ever had in my life :)





















BEST TEAM EVER
BIRO MEDIA, TEKNOLOGI, DAN INFORMASI BPM FEUI 2011

No comments:

Post a Comment