Friday, September 13, 2013

Ujung Jalan

Beberapa waktu lalu. Musim hujan akhirnya berlalu, gambar matahari terik mulai menghiasi aplikasi perkiraan cuaca di telepon genggamku. Setidaknya tiga sampai empat hari dalam satu minggu diperkirakan merupakan hari yang terik. Harapanku akan kedatangan hujan semakin menipis, setipis angin yang membelai kulitku di awal musim panas.

Begitu pula dengan dia; sudah lama aku tak menjumpainya. Kalaupun bertemu, hanya dalam kelas-kelasku yang tanpa sengaja sama dengannya. Saat itu segalanya terasa begitu datar, tak ada lagi hujan yang menemani, tak ada lagi salju yang terkadang justru menghangatkan, tak ada lagi suara-suara sepatu maupun sapaan yang kukenal. Tak ada lagi rencana berjalan sendirian, yang tanpa terduga ditemani oleh seseorang sesaat kemudian.

Yang membuatku paling sedih, payung yang kini berwarna hitam kebiruan itu terdiam seharian di pojok lemari kayu kamarku. Terlihat lesu.

Hari-hari berlalu, hari kepulangan ke negara asalku semakin mendekat. Tak juga kutemui dirinya. Meninggalkan banyak orang membuat hatiku tersayat, sungguh tidak mengenakkan. Dan sayangnya, tak ada lagi hiburan-hiburan melegakan yang datang dari sang hujan.

Hari itu adalah hari terakhirku bertemu dengannya, hanya beberapa hari sebelum kepulanganku. Seusai kelas, kami berjalan bersama menuju kampus yang berada di seberang jalan. Ketika kami harus berjalan ke arah yang berbeda, ia berkata, "Senang bisa berjumpa denganmu. Selamat tinggal."

Rasanya seperti perpisahan.

Dan memang, itulah perpisahanku dengannya. Pria tampan bergaya '50-an yang seringkali membuatku tersenyum sendirian. Perpisahan itu terjadi begitu saja, begitu cepat dan tanpa aba-aba. Layaknya hujan yang berpisah denganku tanpa basa-basi, tiba-tiba saja terik matahari menghampiri.

Kata orang, segala sesuatu yang menyenangkan akan terasa begitu cepat.

Ya, tahu-tahu saja aku sekarang sudah di sini, di rumahku sendiri, di depan komputer kecil yang belum sempat kuganti. Dan di sini, aku menulis, tentang salju, sepatu bot, hujan, dan payung hitam kebiruan.

No comments:

Post a Comment