Notes on Marriage #1

Assalamu'alaikum wr. wb.

Bismillahirrahmanirrahiim. InsyaAllah karena aku akan menikah dalam beberapa hari lagi, sekarang aku sedang berusaha semakin banyak belajar tentang pernikahan. Belakangan ini aku semakin sadar bahwa menikah bukanlah perkara mudah, dan untuk mengarunginya kita perlu untuk senantiasa menimba ilmu agar pernikahannya insyaAllah diridhai Allah (aamiin). Karena itu, mumpung aku punya waktu, aku merangkum beberapa kuliah pernikahan yang aku dengarkan dari YouTube. Yang satu ini dari Ust. Abdul Somad. Semoga bisa menjadi pengingat.

1. Anggaplah pasangan adalah "ayat" atau tanda kebesaran Allah
Ketika seseorang sudah menikah, anggaplah bahwa pasangan kita adalah tanda kebesaran dari Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur'an di Surat Ar-Rum ayat 21, bahwa pasanganmu adalah tanda kebesaran dari Allah. Jika kita senantiasa mengingat itu, maka insyaAllah kita bisa senantiasa menghormati pasangan kita dan memperlakukannya dengan sebaik mungkin.

2. Pasangan diciptakan Allah untuk memberikan "Sakinah" yakni ketenangan
Adanya pasangan adalah untuk menenangkan batin kita. Seorang istri akan merasa tenang ketika melihat suaminya, dan seorang suami akan menemukan ketenangan pada suaminya. Sebelum menikah, seseorang mungkin terperangkap dalam gelora hawa nafsu, namun setelah menikah, Ia akan merasa tenang dan tentram bersama pasangannya.

3. Pasangan yang saling berbeda akan bersatu dengan cinta "Mawaddah" dan kasih sayang "Rahmah"
Mawaddah adalah ketika kita senantiasa melihat kelebihan dalam pasangan, dan mencintainya karena itu. Kecenderungannya, mawaddah berkaitan dengan kelebihan fisik, misalnya kekayaan, kecantikan, dan statusnya. Sementara itu, rahmah adalah ketika kita tidak lagi melihat kelebihan tersebut, bahkan menutupi kekurangan mereka yang ada. Karena walau bagaimanapun, hal-hal yang bersifat fisik itu sementara. Bahkan, kecerdasan pun bisa kapan pun diambil oleh Allah.

4. Menikah menyempurnakan iman
Pasangan harus saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling tolong-menolong untuk saling menyempurnakan keimanan. Tidak ada manusia yang sempurna, manusia adalah tempatnya lupa dan salah. Pasangan harusnya menjadi orang pertama yang mengingatkan ketika kita terlupa, dan sebaliknya. Jangan sampai pasangan kita diingatkan oleh orang lain.

5. Istri diciptakan dari tulang rusuk laki-laki
Tulang rusuk ini bengkok, yang jika diluruskan dengan paksa akan patah, dan jika dibiarkan menjadi bengkok. Maka dari itu, suami harus bisa dengan pandai membimbing istrinya, tidak senantiasa mengikuti istri yang cenderung untuk "bengkok", namun dengan lemah lembut mendidik istri untuk senantiasa berada di jalan yang lurus. 

6. Di pundak suami terdapat tanggung jawab untuk menjaga diri dan istrinya dari api neraka
Setelah menikah, suami bertugas untuk senantiasa mengingatkan istrinya agar selalu menjaga diri dan  menjadi wanita yang sholehah. Istri pun memiliki kewajiban untuk patuh dan taat kepada suami selama diajak ke jalan yang benar. Sementara itu, hak istri dari suami adalah hak mengenai makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan perhatian. 

7. Amal yang kita lakukan akan putus ketika kita meninggal, namun anak yang shalih akan menjadi amalan yang tidak pernah putus
Buah dari pernikahan pasangan yang shalih dan shalihah adalah anak-anak yang shalih. Menikah bukanlah tujuan, melainkan jalan untuk mencapai ridha Allah. Oleh karena itu, setelah menikah perjalanan belum selesai, dan memiliki anak merupakan salah satu cara untuk mendapatkan amalan yang tidak putus. 

There you go, mohon maaf kalau tulisannya banyak salah dan semoga bermanfaat ya. Aamiin. Wallahua'lam bishawab.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Comments