Notes on Marriage #2

Assalamu'alaikum wr. wb.

Di cerita pendidikan mengenai pernikahan kali ini, aku ingin berbagi rangkuman untuk video The Blessed Home Series yang di-upload oleh channel FreeQuranEducation di YouTube. Series ini cukup praktis untuk didengarkan karena satu video-nya sangat pendek, rata-rata di bawah lima menit dan dilengkapi dengan animasi yang mendukung. Berikut beberapa resume untuk video yang sudah kutonton.

Membangun kepercayaan dengan pasangan
Ketika Rasulullah menikah dengan Siti Khadijah, beliau percaya akan kredibitasnya dan percaya bahwa Khadijah akan menjadi istri yang baik dan ibu yang baik untuk anak-anaknya. Kepercayaan ini juga terlihat ketika Rasulullah pertama kali menerima wahyu dari Allah. Setelah menerima wahyu, beliau langsung menemui Khadijah dan memintanya untuk menyelimuti beliau. Beliau adalah orang yang paling dipercayai Rasulullah untuk diceritakain mengenai pengalamannya saat menerima wahyu. Khadijah juga begitu mempercayai Rasulullah sehingga saat Rasulullah menceritakan peristiwa bersejarah itu, Khadijah langsung mempercayainya dan mengatakan "Aku bersaksi bahwa apa yang kau katakan itu adalah benar.". Namun tentunya, kepercayaan tidak bisa muncul begitu saja. Kita harus berusaha menjadi orang yang bisa dipercaya oleh pasangan kita dengan selalu berkata jujur dan tidak menyembunyikan hal apapun dari pasangan. Dengan begitu, kepercayaan akan terbentuk perlahan-lahan.

Mengucapkan kata-kata yang baik pada pasangan
Kita sebaiknya senantiasa mengucapkan hal yang baik pada pasangan kita. Contohnya, ketika seorang istri memasak untuk suaminya, suami sudah selayaknya memuji sang istri meski masakan istrinya belum sempurna. Hal yang sama juga berlaku ketika kita hendak mengkritik pasangan kita, sebaiknya disampaikan dengan kata-kata yang baik, atau memuji dengan lebih saat pasangan melakukan hal yang kita inginkan. Kita juga perlu menjaga lidah kita dari memuji orang yang tidak seharusnya kita beri pujian. Sebagai contoh, tidak layak seorang pria yang beristri memuji wanita lain yang bukan istrinya, begitu pula sebaiknya. Terkadang kita menganggap bahwa perkataan itu tidak serius, namun bukankah kita sebaiknya benar-benar serius ketika memuji seseorang, dan pasangan kita berhak terhadap hal itu?

Penyalahgunaan kosmetik 
Saat ini, banyak orang yang menyalahgunakan riasan. Padahal, wajah dan tubuh kita adalah Allah kepada kita yang patut kita syukuri. Hal ini berarti kita perlu menjaganya, dan bersyukur atasnya, contohnya dengan berolahraga. Kita juga perlu menjaga anugerah tersebut dan saling memuji fisik satu sama lain untuk menunjukkan apresiasi kita terhadap pasangan, karena kita mencintai mereka dan bukan riasan wajah mereka.

Berilah perhatian pada pasanganmu
Setelah menikah dan tinggal bersama pasangan, seringkali kita menjadi tidak sabar dan tidak perhatian terhadap mereka karena sudah terlalu terbiasa tinggal dengan mereka.  Karena itu, Rasulullah berkata jika kita ingin melihat siapa yang terbaik diantara kita, dia adalah orang yang paling baik terhadap istri/suami dan keluarganya, karena mereka adalah orang-orang yang tinggal bersama kita 24/7. Ketika seseorang berada di rumah, dia akan menjadi dirinya sendiri. Berbeda dengan di lingkungan kantor atau luar rumah dimana kita dituntut untuk menjadi orang yang 'baik' dan 'ramah'. Contohnya, seringkali seseorang menaruh perhatian penuh saat rekan kerja menelepon, namun tidak memperhatikan pasangan ketika berbicara dengannya di rumah. Ini adalah pemilihan prioritas yang salah. Terkadang, kita menjadi orang yang jauh lebih baik pada orang lain, berkata baik pada orang lain, namun tidak pada pasangan dan keluarga kita. Padahal, memberi perhatian pada pasangan dan keluarga adalah pupuk untuk membangun keluarga yang lebih baik. Pasangan dan keluarga adalah inner circle terdekat, dan sudah seharusnya menjadi prioritas kita.

That's it, semoga bermanfaat ya. Wallahua'lam bishawab.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Comments