Dulu.

Halo lagi, masa lalu.
Kenapa datang lagi?

Aku benar-benar ingin agar kamu tidak terlalu sering datang ke sini.
Tolonglah, aku butuh untuk bisa hidup tanpa dibayang-bayangi keindahanmu.
Mengertilah, bahwa aku juga ingin agar kini bisa menjelma menjadi sepertimu.
Dan untuk itu, aku harus bisa pelan-pelan melupakanmu.
Hanya bertemu denganmu sekali-sekali.
Bukan setiap hari.

Eh, tahu tidak?
Sepertinya sekarang aku sudah jarang menari sendirian.
Tidak pernah lagi tersenyum dan bernyanyi di lorong kosong tak berpenghuni.
Jarang sekali memperhatikan raut muka orang yang lewat di sepanjang perjalananku.
Menengadah melihat langit bertabur bintang pun, hanya sesekali.
Tidak seperti dulu.

Karena itu sekarang aku mulai resah.
Bisa tidak ya, aku bertemu denganmu lagi di masa depan?
Atau jangan-jangan kamu akan menjadi tamu yang tak pernah ingin kuundang.
Semoga tidak ya, aku harap kita masih akan berteman.
Di masa depan.

Untuk itu, kamu tidak perlu rajin datang sekarang.
Sesekali saja sudah cukup, karena aku akan sibuk.
Tapi kamu tak perlu khawatir, sibukku kini adalah untuk kebaikan kita nanti.
Akan ada saatnya aku bisa memelukmu erat, tanpa hatiku terasa berat.

Jadi, sampai nanti ya.
Kita pasti akan bertemu lagi.

Comments